PPDB 2019 memakai zonasi, apakah masih perlu belajar ? (Jilid 2)

Sumber gambar: tabloidpeluang.com

Pada tahun 2019 ini, Pemerintah menerapkan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan menganut sistem zonasi. Memang, penerapan PPDB sistem Zonasi ini masih diterpa penolakan dari beberapa pihak. Beberapa siswa serta orang tua masih mengeluhkan sistem ini, terlebih lagi bagi mereka yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah yang dianggap favorit, banyak yang tidak terima karena jarak menjadi alasan kegagalan mereka masuk ke sekolah favorit. Begitupun sekolah-sekolah favorit menganggap sistem zonasi ini akan membuat siswa tak akan lagi semangat untuk belajar.

Namun demikian, terlepas dari pro dan kontra penerapan sistem ini. Apa dampak PPDB sistem Zonasi ini terhadap minat belajar siswa ?, Jadi, benarkah siswa tak perlu lagi belajar ?, hal tersebut tidaklah sepenuhnya tepat. Meskipun pemerintah menerapkan sistem zonasi, siswa-siswa masih tetap memerlukan belajar, malahan akan lebih membutuhkan belajar lebih dari sebelumnya. Ada beberapa alasan kenapa belajar masih dibutuhkan meskipun PPDB menggunakan sistem zonasi.

1. Sekolah Tidak Mengupas Pelajaran Secara Mendalam dan Bimbel Adalah Tempat Mengupas Pelajaran Lebih Dalam.

Lembaga Bimbingan Belajar tidak hanya sebatas sebagai tambahan belajar, namun juga menjadi tempat mengupas pelajar lebih rinci dan lebih detail, terlebih lagi di bimbel yang menerapkan tutorial seperti SPQ, siswa bisa bertanya materi pelajaran sepuasnya setiap hari. Sudah jadi rahasia umum bahwa pembelajaran di sekolah tidak dikupas secara mendalam, pembelajaran di sekolah menuntut siswa untuk lebih aktif mempelajari materi lebih dalam secara mandiri. 

Sehingga, bagaimanapun sistem PPDB yang digunakan, tidak dapat mengikis posisi belajar siswa untuk belajar lebih rinci dan lebih mendalam.

2. Kebutuhan Belajar Lebih Ekstra Untuk Pintar dan Menembus PTN.

Kita tahu bahwa muara dari perjalan belajar seorang siswa mulai dari SD, SMP hingga SMA adalah untuk menembus PTN terbaik dengan jurusan yang mereka idamkan. Sebelum penerapan sistem zonasi, untuk masuk PTN favorit, SMA favorit menjadi jalan pintas. Untuk masuk SMA favorit, SMP favorit jadi jalan tol. Untuk masuk SMP favorit, syarat mulusnya harus berasal dari SD favorit pula.

Kini, Bayangkan bagaimana seorang siswa dengan akademis bagus tapi tidak bersekolah di sekolah yang dianggap favorit, artinya dia harus berjuang agar akademis dan nilainya tetap bagus dan menembus PTN yang diinginkan. Begitupun siswa yang kemampuannya biasa-biasa saja namun karena sistem zonasi dia bersekolah di sekolah favorit, maka dia akan butuh tambahan belajar lebih ekstra agar dapat mengimbangi kegiatan belajar di sekolah tersebut, karena jika siswa tersebut tidak mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, siswa tersebut akan tetap sulit memahami pelajaran dan menembus PTN favorit meskipun bersekolah di sekolah favorit.

Sehingga, bagaimanapun sistem PPDB yang digunakan, dan dimanapun seorang siswa bersekolah, belajar masih sangat dibutuhkan terlebih bagi mereka yang membutuhkan belajar ekstra.

3. Tujuan Utama Belajar Adalah Untuk Pintar.

Sebagaimana telah diketahui bahwa Pengertian belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. Perubahan tingkah laku atau tanggapan karena adanya pengalaman baru, memiliki kepandaian/ ilmu setelah belajar, dan aktivitas berlatih.

Arti belajar adalah suatu proses perubahan kepribadian seseorang dimana perubahaan tersebut dalam bentuk peningkatan kualitas perilaku, seperti peningkatan pengetahuan, keterampilan, daya pikir, pemahaman, sikap, dan berbagai kemampuan lainnya. Menurut pengertian belajar di atas, tujuan utama kegiatan belajar adalah untuk memperoleh dan meningkatkan tingkah laku manusia dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap positif, dan berbagai kemampuan lainnya.

Hasil dari kegiatan belajar dapat ditandai dengan meningkatnya kemampuan berfikir seseorang. Jadi, selain memiliki pengetahuan baru, proses belajar juga akan membuat kemampuan berfikir seseorang menjadi lebih baik.

Dalam hal ini, pengetahuan akan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang, dan begitu juga sebaliknya kemampuan berpikir akan berkembang melalui ilmu pengetahuan yang dipelajari. Dengan kata lain, pengetahuan dan kemampuan berfikir merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan.

Sehingga, bagaimanapun sistem PPDB yang digunakan, belajar itu lebih penting untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, berfikir, pemahaman agar seseorang menjadi lebih baik.

4. Motivasi dan Pengalaman Belajar Dari Guru-Guru di Luar Kelas.

Kebutuhan siswa tidak serta merta belajar akademis, namun siswa seringkali juga membutuhkan tempat bercerita dan berkonsultasi, baik yang berhubungan dengan akademis di sekolah, tips belajar yang efektif, pemilihan jurusan di PTN, itu sendiri bisa jadi bahan curhat untuk menambah motivasi belajar. Kebutuhan tersebut terfasilitasi di Lembaga Bimbingan Belajar karena siswa dan guru cenderung lebih akrab yang memungkinkan siswa bisa bercerita banyak hal pada guru tutornya.

Pada dasarnya, bagaimanapun sistem PPDB yang digunakan dan dimanapun seorang siswa bersekolah, motivasi dan pengalaman belajar dari gur-guru luar kelas seperti lembaga bimbingan belajar masih tetap dibutuhkan baik dari sisi akademis siswa maupun non akademis

Setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Anak pun mengharapkan masa depan yang terbaik.

"Jika orang tua tidak memfasilitasi anaknya untuk belajar,
Apakah orang tua rela, jika masa depan anaknya tidak baik ?"

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on google
Google+